Buka sekantong keripik, nitrogen di dalam menjaga kerenyahannya; seduh kopi, takut aroma hilang dan minyak jadi tengik; blister obat takut lembap apalagi oksigen. Di balik semua itu bicara satu indikator — laju transmisi oksigen (OTR).
1. Apa itu OTR
Laju transmisi oksigen (OTR) adalah volume oksigen yang menembus bahan kemasan per satuan waktu dan luas (biasanya cm³/m²·hari·atm atau cc/100in²·hari·atm). Angka makin kecil, hambatan makin baik — makin tidak «bocor».
2. Mengapa takut "bocor"
- Pangan: oksigen membuat lemak tengik, warna gelap, vitamin habis — memendekkan masa simpan.
- Farmasi: oksigen mempercepat degradasi zat aktif, memengaruhi khasiat dan keamanan.
- Elektronik/logam: oksigen menyebabkan korosi oksidatif dan kegagalan komponen presisi.
3. OTR dan masa simpan
Semakin rendah OTR kemasan, semakin sedikit oksigen masuk per satuan waktu, semakin lambat oksidasi, semakin panjang masa simpan. Bahan hambatan tinggi (foil aluminium, komposit EVOH) menekan OTR sangat rendah dan menjadi dasar produk awet.
4. Bagaimana metode kulometrik mengukur
Metode kulometrik (tekanan sama) membiarkan oksigen murni menembus film, dibawa nitrogen ke sensor kulometrik tempat oksigen dikonsumsi dan menghasilkan arus sebanding konsentrasi, sehingga langsung memberi OTR. Spesifik oksigen dan sangat peka, ini metode standar lazim untuk farmasi dan kemasan awet (mis. ASTM D3985).