Pemanasan dengan tekanan vakum berarti proses pemanasan yang dilakukan sambil membuang udara dari bahan tersebut. Bahan tersebut dipanaskan dalam lingkungan vakum; ketika tekanan menurun, air akan lebih mudah berubah menjadi uap dan keluar, sehingga bahan tersebut dapat kering lebih cepat pada suhu rendah.
Keuntungan: Suhu yang rendah → tidak merusak zat yang sensitif terhadap panas; kekurangan oksigen → membuat proses oksidasi menjadi lebih lambat; penggunaan vakum → memungkinkan zat-zat yang mudah menguap untuk keluar lebih cepat. Cocok untuk sampel-sampel yang akan menguap pada suhu ruangan, atau sampel yang takut terhadap panas.
Prinsip-prinsip
Berdasarkan persamaan Klapron, ketika tekanan berkurang, titik didih cairan juga akan turun. Di bawah kondisi vakum, air dapat menguap pada suhu yang jauh lebih rendah dari 100°C. Dengan adanya pemanasan yang cepat, efisiensi proses pengeringan lebih tinggi dibandingkan dengan oven biasa, dan proses degradasi kimia akibat suhu tinggi dapat dihindari.
Hubungan dengan proses pengeringan untuk mengurangi tekanan
Pembuatan kering menggunakan kondisi vakum dan kondisi dengan tekanan rendah sebenarnya memiliki prinsip yang sama (keduanya dilakukan dalam kondisi tekanan di bawah normal), hanya saja istilah yang digunakan berbeda: pembuatan kering menggunakan kondisi vakum menekankan pada proses pengurangan tekanan, sedangkan pembuatan kering dengan tekanan rendah menekankan pada proses penurunan tekanan. DCT-A mendukung kedua mode tersebut, yaitu kondisi tekanan normal dan kondisi tekanan rendah.