Volatilitas merupakan “zat berbentuk gas yang hilang begitu dipanaskan”. Dengan memanaskan sampel dalam kondisi terpisah dari udara (untuk mencegah pembakaran), zat-zat gas, tar, dan uap yang keluar, jika dihitung persentasenya terhadap sampel asli, itulah yang disebut volatilitas.

Perbandingan: Memanggang sepotong batu bara, tidak membuatnya terbakar, hanya memanaskannya saja—asap dan minyak yang keluar merupakan bagian yang menguap; sisa bagian kerasnya adalah karbon tetap dan abu.

Pengukuran (contohnya, untuk batu bara)

Memasukkan sampel ke dalam alat tungku berpenutup → Panaskan dengan oven muffle pada suhu 900°C ± 10°C selama 7 menit (tanpa udara) → Dinginkan dan timbangkan kembali → Fraksi volatil (%) = (m₀ − m₁)/m₀ × 100% – Koreksi kadar air. Perlu diperhatikan bahwa fraksi volatil dihasilkan melalui proses termalisasi tanpa udara, sedangkan LOD dihasilkan melalui proses pengeringan pada tekanan atmosfer biasa.

Hubungan dengan zat yang tidak mudah menguap

Komposisi volatil + zat tidak volatil (karbon terikat + abu) ≈ 100% (berdasarkan basis kering). Komponen volatil mencerminkan apa yang “hilang”, sedangkan komponen tidak volatil mencerminkan apa yang “tetap ada”. Kedua komponen ini saling melengkapi. ERT-C mengukur komponen tidak volatil.

Produk Terkait · Dukungan Teknis
LabStone ERT-C alat pengukur berat uap air dapat digunakan untuk mengukur zat tak teruap pada suhu 105℃ (total migrasi/zat yang menguap), sehingga memberikan pandangan yang komplementer terhadap zat yang teruap. Jika diperlukan pengukuran zat yang teruap pada suhu tinggi, silakan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan alat yang sesuai.