Jumlah yang hilang akibat pembakaran merupakan “jumlah bahan yang terbakar”. Ambil sampel tersebut dan masukkan ke dalam tungku berkecepatan tinggi. Perbedaan massa sebelum dan sesudah pembakaran, dibagi dengan massa sebelum pembakaran, itulah yang disebut jumlah yang hilang akibat pembakaran (dalam persentase).
Perbandingan: Tanah basah yang dikeringkan akan menjadi lebih ringan, dan jika dibakar pada suhu tinggi lagi, tanah tersebut akan menjadi lebih ringan lagi. Bagian yang hilang akibat proses pembakaran tersebut (bagian yang tidak berupa air, melainkan zat-zat yang menguap atau terurai) merupakan jumlah zat yang hilang akibat proses pembakaran.
Definisi resmi
Jumlah kerugian akibat pembakaran (LOI) merujuk pada massa yang hilang dari sampel setelah dibakar pada suhu tertentu hingga mencapai berat konstan. Nilai ini dinyatakan dalam persen dari massa sebelum pembakaran. Suhu pembakaran yang umum digunakan adalah: untuk bahan tahan api, 950–1000℃; untuk semen, 950℃; sedangkan untuk pasir resin, suhunya berkisar antara 540–1000℃, tergantung pada standar yang digunakan.
Perhitungan Formula
LOI (%) = (m₀ − m₁) / m₀ × 100%, di mana m₀ adalah massa sampel sebelum proses pembakaran, sedangkan m₁ adalah massa sampel setelah proses pembakaran. Perlu diperhatikan bahwa pada suhu tinggi, beberapa komponen dapat mengalami peningkatan berat akibat oksidasi, sehingga perlu dilakukan koreksi sesuai standar.
Hubungan dengan sisa-sisa yang terbakar
Kedua metode tersebut menggunakan prinsip “pemanasan tinggi + penentuan berat sisa”. Perbedaannya adalah: metode pembiakan dengan panas tinggi memperhatikan “sisa abu” yang tersisa setelah proses pembakaran (residu anorganik), sedangkan metode penentuan jumlah zat yang hilang memperhatikan “bagian yang terbakar” (zat yang menguap atau terurai). Kedua metode ini digunakan secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.