“Zat yang terlepas akibat perendaman dengan pelarut” merupakan zat-zat yang keluar dari sampel setelah perendaman dalam pelarut atau setelah berhubungan dengan pelarut untuk waktu yang lama. Zat-zat yang terlarut dari pelarut tersebutlah yang disebut sebagai zat yang terlepas akibat perendaman.
Perbandingan: Saat membuat teh, zat-zat yang ada dalam daun teh akan larut dalam air panas. Zat-zat yang larut inilah yang disebut “zat yang terlarut”. Dalam industri, zat ini digunakan untuk mengontrol komponen aktif dari obat-obatan, mengatur perpindahan bahan-bahan pada kemasan, serta mengevaluasi toksisitas limbah padat.
Pengukuran (contohnya, untuk bahan obat-obatan)
① Ambil bahan yang akan diuji, lalu rehidrasi dengan pelarut yang ditentukan (air/etanol). ② Saring cairan yang dihasilkan, lalu tentukan volume cairannya. ③ Rebus cairan tersebut hingga kering (suhu 105°C agar beratnya tetap konstan), atau keringkan saja. ④ Ukur massa zat yang telah diekstrak, lalu hitung kandungan zat tersebut dalam persentase %.
Hubungan dengan zat yang dapat diambil/dapat ditapis
“Extractables” (zat yang dapat diambil dari suatu bahan setelah proses ekstraksi menggunakan pelarut) dan “Leachables” (zat yang dapat keluar dari permukaan bahan setelah proses filtrasi dalam kondisi penggunaan sebenarnya) merupakan dua konsep yang berkaitan dengan bidang kemasan/peralatan medis. Secara umum, istilah “zat yang dapat diekstraksi” mencakup kedua konsep tersebut. ERT-C dapat digunakan untuk mengukur sisa-sisa zat tersebut setelah proses ekstraksi.