Residu pembakaran merupakan istilah lain untuk residu hasil proses pembakaran. Keduanya sama-sama menghancurkan sampel hingga hanya tersisa “abu anorganik yang tidak bisa dibakar”. Perbedaannya hanya terletak pada nama yang digunakan: “pembakaran” merupakan istilah yang digunakan dalam standar farmasi, sedangkan “pembakaran” lebih bersifat lisan.
Jika Anda melihat istilah “sisa pembakaran” dalam literatur, gunakan saja arti “sisa pembakaran” tersebut. Metode pengukuran, suhu (700–800℃), dan kriteria berat tetap (0.3 mg) semuanya sama.
Hubungan dengan sisa-sisa yang panas membara
Prinsip deteksi kedua metode tersebut sama: proses karbonisasi → pembakaran pada suhu tinggi → penentuan berat tetap → pengukuran sisa zat yang tersisa. Standar yang digunakan (ChP 0841, USP 733) menyebutnya sebagai “sisa zat yang terbakar”. Alat seperti LabStone IRT-A juga dinamai sesuai dengan istilah ini.